Garap Kelas Jurnalisme Advokasi, 5 Lembaga Kemahasiswaan FEBI UINAM Usung Tema Keberpihakan Media

Suasana kelas diskusi Sekolah Jurnalisme Advokasi, di Balla Ratea, Pattalassang, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (29/07/2019). (doc/jendelapost/abrisal)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM, GOWA – Saat ini tingkat kepekaan sosial mahasiswa kian dipertanyakan. Maraknya persoalan dan kealpaan mahasiswa pada persoalan tersebut, menjadi satu nilai negatif yang sangat krusial untuk didiskusikan.

Pasalnya, sejarah panjang heroisme mahasiswa dalam menghadapi gejolak zaman, kini hanya jadi kisah naratif tanpa adanya kesadaran yang konsekuen pada mahasiswa.

Problem ini justru memantik sejumlah lembaga kemahasiswaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Yakni DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, HMJ Manajemen, HMJ Akuntansi, Lingkar Belajar Mahasiswa Ilmu Ekonomi (LESBUMI) dan HMI Komisariat Ekonomi dan Bisnis Islam Cabang Gowa Raya.

Agar terus memproduksi ruang-belajar alternatif, dan terus menjaga energi intelektual yang kreatif dan kritis, Sekolah Jurnalisme Advokasi: Untuk Pemula pun di gelar.

“Lewat gagasan yang kami angkut bersama, kegiatan ini kami upayakan setidaknya menjadi salah satu instrumen bagi kekuatan analisis wacana, kejenakaan imajinasi dan kreatifitas intelektual kita yang mesti terus di dorong”, ungkap Ibrahim, ketua penitia dalam kegiatan tersebut.

“Hingga pada pokok dimana kita mesti berani menjawab dan membereskan problem sosial saat ini”, lanjut Ibrahim.

Suasana kelas diskusi Sekolah Jurnalisme Advokasi, di Balla Ratea, Pattalassang, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (29/07/2019). (doc/jendelapost/abrisal)

Kegiatan yang digarap oleh lima Lembaga Kemahasiswaan yang sama bernaung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, mengusung tema Keberpihakan dan Sensitivitas Problem Sosial yang Berorientasi Humanis.

“Kegiatan ini bisa menjadi ruang ekspresif bagi para mahasiswa, utamanya di bidang pengkajian pentingnya dunia tulis-menulis” Ungkap Ical, penanggung jawab dalam kegiatan tersebut, kepada Jendelapost.

Menurut Ical, di tengah arus modernisasi, mahasiswa kini diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan. Untuk itu, pemahaman seputar dunia tulis-menulis dan sebentuk keberpihakan didalamnya, harus terus digalakkan.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Adat Balla Ratea, Pattalassang, Gowa ini cukup mengundang antusiasme mahasiswa untuk turut serta.

Baca juga:  Berharap dari Kompresor Tua
Suasana kelas diskusi Sekolah Jurnalisme Advokasi, di Balla Ratea, Pattalassang, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (29/07/2019). (doc/jendelapost/abrisal)

“Ini memungkinkan kita sebagai mahasiswa untuk terus hadap masalah, dengan terus mereproduksi dan memproduksi wacana kritis di dunia kejurnalistikan” sambungnya.

“Harapan Saya tentunya besar kepada peserta dan penyelenggara. Semoga dengan adanya rutinitas program kerja seperti ini bisa terus diagendakan dan dilakukan pembaruan” Ungkap Faisal, Selaku Kepala Sekolah.

Menurutnya, Aktivitas kritis semacam ini, paling tidak, bisa menjadi ruang produksi wacana dan media bagi para mahasiswa yang rindu akan pentingnya keberpihakan pengetahuan.[*]

 

Reporter: Abrisal
Editor: M. Alfian Arifuddin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.