Kembali Menagih Janji Tuan

Rumah Reot Daeng Kanang (50) telah rata dengan tanah, di desa Sunggumanai kecamatan Patallassang kabupaten Gowa pada Minggu Pagi (22/10/2017), (doc/zul).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM, GOWA – Daeng Kanang (50) adalah seorang janda yang tinggal di desa Sunggumanai kecamatan Patallassang kabupaten Gowa. Wanita yang memiliki seorang putra ini kesehariannya bekerja sebagai buruh tani untuk menutupi kehidupan keluarganya. Ia hidup bersama putranya yang berusia 18 tahun.

Anaknya bekerja sebagai buruh bangunan dan juga buruh tani di waktu panen tiba. Penghasilan yang didapatkan tidak lebih dari Rp. 50.000 perharinya. Hal ini menggambarkan bagaimana potret kehidupan Daeng Kanang dalam menjalani kesehariannya.

Wanita asal Takalar ini tinggal di sebuah rumah kecil di atas petak tanah seluas 100 meter persegi. Rumahnya telah rata dengan tanah pada Minggu Pagi (22/10/2017). Sebelumnya, rumah Daeng Kanang miring beberapa derajat, dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Rumah yang berbahan material kayu yang ditinggalinya terlihat rapuh dan hampir rubuh sejak  25 Agustus 2017 yang lalu. Hanya dengan tersapu angin yang sedikit kencang saja mampu merubuhkan rumah ini. Daeng Kanang mengatakan bahwa kondisi rumahnya yang hampir rubuh telah terasa gejalanya setahun silam.

Hal ini dikarenakan bahan-bahan material rumahnya sudah tidak layak untuk digunakan sebagai bahan untuk hunian. Bukan karena beliau tidak ingin menggunakan bahan yang lebih kuat, tetapi Daeng Kanang yang hanya mengharapkan penghasilan sebagai buruh tidak dapat memenuhinya dan penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk makan setiap harinya.

”Sudah sangat berbahaya dan tidak layak pakai lantaran rapuh dan sudah miring”, ujar Daeng Kanang saat melihat rumahnya telah rata dengan tanah. Kondisi kehidupan Daeng Kanang tentu sangat memprihatinkan, melihat banyaknya proyek property yang telah dibangun di daerah ini.

Daeng Kanang mengatakan bahwa sudah dua tahun ia dijanjikan sebuah rumah oleh pemerintah setempat. Akan tetapi, sampai rumahnya rata dengan tanah rumah yang dijanjikan belum juga direalisasikan.

Baca juga:  Menyebar Budaya Literasi dengan Memanfaatkan Ruang Publik

Rencananya Daeng Kanang akan diberikan rumah oleh pemerintah setempat yang bekerja sama dengan PT. Citra Bonewa di perumahan Bonewa Estate Patallassang. Namun, Daeng Kanang belum juga menerima rumah yang dijanjikan.

Berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, bertanggung jawab untuk memenuhi hak fakir miskin seperti kebutuhan pangan, sandang, perumahan, kesehatan dan pendidikan.

Akan tetapi dengan melihat kondisi kehidupan Daeng Kanang yang juga termasuk golongan fakir miskin dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2011, hampir seluruh hak yang pantas didapatkannya belum juga terpenuhi.

Apalagi melihat anak dari Daeng Kanang yang harus putus sekolah karena harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Belum lagi masalah kesehatan yang tentunya sangat rentan bagi Daeng Kanang dan juga anaknya. Kejadian ini tentunya harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah setempat dan segera melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak fakir miskin.(*)

 

Reporter: M. Alfian Arifuddin, Surahmat Tiro
Editor: Ahmad Mukhlis .H

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.