Menolak Padam Atas Pelemahan KPK, Masyarakat Antikorupsi Sulawesi Selatan Gelar Panggung Testimoni Rakyat

Masyarakat Antikorupsi Sulawesi Selatan menyalakan lilin dan aksi tabur bunga sebagai pernyataan atas kematian KPK dalam panggung testimoni rakyat, di Ruko Pettarani Centre, Jalan A. P. Pettarani, Sabtu Malam (21/09/2019). (doc.jendelapost/alfian)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM, MAKASSAR – Sejak wacana pengesahan revisi Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu.

Masyarakat sipil anti korupsi di seluruh Indonesia kembali meneriakkan protesnya sampai saat ini. Tak terkecuali di Kota Makassar.

Masyarakat Antikorupsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat sipil mengadakan aksi panggung testimoni rakyat bertajuk “Menolak Padam, Demokrasi Dikorupsi” sebagai respon atas kekecawaan masyarakat atas pelemahan KPK oleh negara.

Aksi tersebut berlangsung di Ruko Pettarani Centre, Jalan A. P. Pettarani, Kota Makassar, Sabtu malam (21/09/2019). Aksi ini dibuka dengan pembacaan pernyataan sikap Masyarakat Antikorupsi Sulawesi Selatan terhadap revisi UU KPK.

“UU KPK yang disahkan beberapa hari yang lalu adalah bukti konkrit bahwa partai politik sebagai lembaga yang saat ini sumir, paling tidak transparan di Indonesia”, bunyi pernyataan sikap yang dibacakan oleh pemandu acara.

Di sela-sela kegiatan, terdapat aksi simbolik menyalakan lilin dan tabur bunga sebagai bentuk pernyataan bahwa KPK telah mati. Tabur bunga dilakukan oleh masing-masing perwakilan lembaga yang tergabung dalam aliansi.

Selanjutnya masing-masing perwakilan lembaga menyampaikan testimoni atas revisi UU KPK yang menjadi bentuk pelemahan di tubuh KPK sebagai lembaga penegak hukum yang selama ini menjadi kepercayaan rakyat dalam pemberantasan korupsi dibanding penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan kejaksaan.

Ketua Badan Pekerja Anti Coruption Commite (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk peringatan atas kematian KPK. KPK dianggap sebagai lembaga penegak hukum yang tidak bisa disamai oleh lembaga penegak hukum lainnya dalam pemberantasan korupsi.

“ACC secara konsen setiap tahun merilis kasus-kasus yang ditangani oleh jaksa maupun polisi. Dicatatan ACC itu ada ratusan kasus. Baik yang ditangani oleh kepolisian, Polda Sulsel, maupun oleh Kejaksaan Tinggi. Seluruh kasus yang ditangani oleh penegak hukum tersebut tidak berjalan. Apakah kita akan tetap percaya pada penegak hukum yang ada? Tentunya tidak. KPK menjadi lembaga yang dipercayai publik untuk menangani kasus-kasus korupsi”, jelas Abdul Kadir dalam testimoninya.

Baca juga:  Hari Tani Nasional, Aliansi Petani Pemuda dan Mahasiswa Pinrang Tuntut Segera Laksanakan Reforma Agraria Sejati

Selain dari ACC Sulawesi, beberapa lembaga yang tergabung masing-masing menyampaikan testimoninya.

Selain menyoal pelemahan KPK, isu tentang penolakan RUU Pertanahan, RKUHP, hingga upaya mendorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) juga disampaikan dalam testimoni.

“Permasalahan Indonesia sebagai negara Agraris, adalah ketimpangan ruang. Dari sabang sampai Merauke, penguasaan lahan sebesar 68 persen dikuasai oleh hanya 1 persen penduduk Indonesia. Kita tahu, semakin tahun perampasan ruang semakin marak terjadi. Bagaimana industri ekstraktif, infrastruktur, dan klaim kawasan hutan telah menjadi primadona negara untuk menindas rakyatnya. Belum lagi soal RUU Pertanahan yang ingin mengembalikan domein verklaring seperti di era kolonial yang kemudian dihapus dalam UUD dan UU Pokok Agraria tahun 1960″, jelas Badai Anugerah, dari KPA Sulsel dalam testimoninya.

Dalam panggung testimoni rakyat ini juga diisi dengan bernyanyi dan musikalisasi puisi oleh peserta aksi.

Reporter: M. Alfian Arifuddin
Editor: Suherman Jf

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.