Menyikapi Kriminalisasi, Warga Matteko Menjemput Keadilan di PN Sungguminasa Gowa

Suasana aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Sungguminasa Gowa, Sulsel (1/7/2019). (doc/jendelapost/Emmang)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM, GOWA – Warga Dusun Matteko bersama beberapa organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam aliansi “Matteko Menjemput Keadilan” berdemonstrasi di depan Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (01/07/2019).

Aksi tersebut sehubungan dengan sidang yang berlangsung di hari yang sama terkait tuduhan pengerusakan, penyerobotan atau pembalakan hutan yang dialamatkan pada 6 warga Matteko.

Demikian agenda pengadilan hari ini (01/07/2019) akan mendengarkan keterangan saksi meringankan untuk warga.

Warga Matteko menuntut dicabutnya Undang-Undang No. 18 Thn. 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H) yang kerap digunakan sebagai alas hukum praktik kriminalisasi terhadap petani/masyarakat adat atau warga di sekitar kawasan hutan.

Warga juga menuntut 6 warga dibebaskan tanpa syarat karena tuduhan yang dianggap tidak tepat. Salah seorang warga menjelaskan dalam orasinya bahwa warga tidak pernah membalak hutan dan warga tidak melakukan penebangan liar seperti yang dituduhkan.

“Mereka hanya berinisiatif untuk mengamankan arus listrik dan jalan umum yang terganggu oleh pohon tumbang yang kebetulan menghalangi dan memadamkan listrik beberapa hari sebelumnya”, pekiknya.

Ia berkali-kali menegaskan bahwa warga yang saat itu kerja bakti menggergaji pohon yang tumbang itu bukan karena butuh kayu, namun untuk kepentingan sarana sosial.

Sebelumnya ia juga mengungkap bahwa pohon tumbang itu tidak hanya memutus arus listrik ke Dusun Matteko, tetapi juga berimbas ke empat dusun sekitar.

Warga berharap pengadilan dapat menunjukkan sikap adil dan seimbang. Warga menyarankan ada peninjauan lapangan yang dilakukan oleh pengadilan untuk melihat faktanya secara langsung.

Aksi demonstrasi berhenti pada pukul 12:16 waktu setempat. Meski sidang awalnya dijadwalkan pada pukul 10.00, warga sempat menunggu beberapa jam sebelum akhirnya sidang dimulai pada pukul 15.00.

Baca juga:  384 Korban Meninggal Dalam Gempa dan Tsunami Palu

Setelah sidang akhirnya ditutup menjelang maghrib, aliansi ‘Matteko Menjemput Keadilan’ kembali berkumpul di pelataran parkiran untuk merumuskan persiapan agenda hukum selanjutnya sembari saling memberi semangat satu sama lain.[*]

 

Reporter: Suherman JF
Editor: Ahmad Mukhlis .H

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.