Merawat Ingatan, KAMERD Kembali Gelar Aksi Kamisan

Suasana Aksi Kamisan KAMERD saat sedang membentangkan spanduk petaka di depan gedung Rektorat UIN Makassar, Gowa, pada Kamis, (26/07/2019). (doc/jendelapost/abrisal)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM, GOWA – Beberapa waktu belakangan, peliknya problem kemahasiswaan kian jadi perbincangan hangat di dunia Pendidikan. Seperti di sejumlah Kampus di Indonesia. Salah satunya Kampus Negeri di Sulawesi Selatan, demikian Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Dewasa ini, besarnya persoalan dalam institusi pendidikan tampak kian menghawatirkan, perkara ini pun memicu belasan mahasiswa dengan aliansi KAMERD (Kamis Melawan Redup), dengan aktif meramu tuntutan seputar kemahasiswaan, demikian setiap kamisnya, (25/07).

Sejak 20 Juni 2019, terhitung KAMERD telah melakukan Aksi Kamisan sebanyak enam kali. Banyaknya masalah kemahasiswaan yang terjadi di UIN Makassar, membuat KAMERD dalam setiap aksinya mengangkat beragam tuntutan serius, demikian problem pendidikan yang kini kian nyata.

Di kamis keenam ini KAMERD mengangkut seruan “Apa itu Kekerasan? Kekerasan adalah UKT yang Mahal, Pembungkaman Demokrasi, Skorsing dan D.O”. Bertitik aksi di depan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, dilanjutkan dengan kampanye jalan menuju depan Rektoran UIN Makassar. Demikian aksi ini berlangsung di seputaran kampus, pada Kamis, (25/07/2019).

“Aksi Kamis Melawan Redup ini dilakukan sebagai bentuk praktik dan ekspresi kami menolak lupa”. Ungkap Abdul salah seorang mahasiswa dalam aksi tersebut, kepada Jendela POST.

Baginya, setiap perjuangan akan melewati beragam fase yang cenderung naik-turun, utamanya dalam hal semangat. Untuk itu, tentunya menjadi satu kewajiban agar saling mengingatkan. Karenanya, Kamisan menjadi satu gerakan yang sangat penting untuk aktif diserukan.

“Kalau di awal-awal Kami mengangkat kasus Skorsing dan D.O karena sedang menggema di Kampus Peradaban, dan Kamisan ini kami juga mengingatkan tentang pentingnya respon kita terhadap UKT yang kian mahal serta pembungkaman demokrasi yang tak jarang kita temukan di UIN Makassar”. Tambahnya.[*]

Baca juga:  Kebutuhan Mendesak, Terpal Didistribusikan ke Korban Gempa di Desa Amal Donggala

 

Reporter: Abrisal
Editor: Ahmad Mukhlis .H

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.