Pendristibusian Bantuan Korban Gempa di Desa Marana Sulteng Terkendala Oleh Longsor

Kondisi perjalanan pada saat pendistrisbusian logistik di Desa Marana Kecematan Sindue menuju Desa Tanjung Padang Kabupaten Sirenja Kabupaten Donggala pada Kamis (18/10/2018). (doc/peo)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

JENDELAPOST.COM – Relawan di Posko Solidaritas (SP) Kota Palu kembali mendistribusikan barang bantuan ke korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng). Relawan meninggalkan posko SP untuk melakukan pendistribusian barang berupa logistik, pakaian, air mineral dan terpal ke Desa Marana Kecamatan Sindue dan Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala pada Kamis (18/10/2018).

Waktu yang dibutuhkan oleh relawan ke Desa Marana sekitar 2 jam dari posko SP di jalan Munif Rahman Kota Palu. “Akses pengantaran logistik hampir 2 jam perjalanan dari posko di Kota Palu menuju Desa Marana Kecamatan Sindue”, kata Anugrah Madjid yang juga salah satu relawan Kemanusiaan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Daerah yang juga terdampak gempa yang disusul dengan longsor juga membuat akses ke Desa Tanjung Padang sangat sulit. Daerah itu adalah Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala dan menjadi jalan menuju ke Desa Enu. Hal tersebut membuat bantuan yang didistribusikan oleh relawan menjadi terhambat. Longsor yang menutupi badan jalan mengakibatkan antrian panjang kendaraan pengangkut bantuan tak terelakkan lagi.

“Kami melanjutkan perjalanan ke Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja untuk pendistribusian selanjutnya di salah satu posko pengungsian. Dalam proses perjalanan, kami bertiga (Pado dan Ida) terhambat oleh kemacetan akibat longsor di deesa Enu”, lanjut Anugrah Madjid.

Mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut bantuan, kembali terjebak kemacetan bersama mobil lainnya seteleh berhasil keluar dari desa Enu dan mengantri selama kurang lebih 1 jam. “Antrian kendaraan pendistribusian yang mau masuk ke desa Tanjung Padang cukup panjang karena penanganan longsor. Tim distribusi dari posko mengantri sejak pukul 13:36 hingga pukul 14:24 WITA, dan langsung melanjutkan perjalan”, jelas Anugrah Madjid.

Baca juga:  Relawan Kemanusiaan Sulsel Kembali Mendistribusikan Bantuan ke Sulteng

Kemacetan kembali terjadi saat mencapai Desa Batu Surya, Kecamatan Sindue Tobata Kemacetan tersebut juga disebabkan oleh longsor. “Beberapa jam perjalanan, kemacetan kembali memanjang di titik longsor kedua, tepatnya di Desa Batu Surya Kecamatan Sindue Tobata. Longsor mengakibatkan antrian kendaraan pendistribusian mengalami antrian panjang”, lanjut Anugrah Madjid.

Ida, salah satu relawan SP yang ikut mendistribusikan bantuan mengakui bahwa hampir tiap hari terjadi macet akibat longsor dan jalanan terlalu bahaya digunakan saat hujan. Ida merupakan relawan lokal yang berasal dari desa Kambayang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

Waktu yang ditempuh oleh relawan untuk tiba di desa Tanjung dari Desa Marana kurang lebih 4 jam. Hingga pukul 19.00 malam tadi informasi yang diberikan oleh Anugrah, tim relawan akan menginap di posko IPMAS (Ikatan Pelajar Mahasiswa Sirenja) dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kembali ke posko SP. “Dengan cuaca yang tidak mendukung pada saat itu, tim distribusi beristirahat di posko IPMAS dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya,” tutupnya.


Reporter: Rizal Karim
Editor: M Alfian Arifuddin


Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.