Petani India, Merangsek ke Jalan Menuntut Hak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Para petani di India berjalan enam hari untuk berkumpul di Mumbai dan berunjuk rasa menuntut hak-hak mereka. (foto: BBC .COM)

JENDELAPOST.COM
Sebanyak hampir 35.000 petani di India membanjiri jalan raya dengan dominasi warna
merah. Mereka meneriakkan berbagai slogan untuk menuntut haknya kepada
pemerintah.
Melansir dari Telesurtv.net
Selasa (13/3/2018), mereka berjalan sepanjang 374 km dari distrik Nashik menuju
Mumbai yang merupakan pusat finansial India untuk menuntut penghapusan utang bank,
reforma agraria dan harga layak untuk produk pertanian mereka.
Tak peduli panas terik, selama
enam hari mereka berjalan kaki berbondong-bondong mulai dari anak-anak,
perempuan, hingga warga lanjut usia bersatu padu turun ke jalan.
Mereka datang dengan
tuntutan agar pemerintah segera melaksanakan reforma agraria dan memberikan
izin kepada komunitas adat/warga lokal agar bisa mengakses lahan. Selain itu,
para petani menyatakan mereka ingin dibayar sedikitnya satu setengah kali dari
biaya panen mereka.
Aksi petani ini mendapat
dukungan dari sejumlah pihak. Sejumlah relawan dan warga lainnya datang
membantu mereka dengan makanan dan minuman. “Kami membantu para petani
dengan memberikan makanan karena sebenarnya mereka adalah penyedia pangan bagi
kita, dan mereka datang dari wilayah pelosok, maka dari itu, kami menggalang
bantuan memberikan makanan kepada saudara kita para petani di Azad Maidan,”
ujar Subhash Talekar.
Perjuangan para petani
tersebut tidak sia-sia. Pemerintah yang dikuasai sayap kanan menyatakan
menyetujui 100 persen tuntutan para petani. “Pemerintah telah menyetujui
100 persen tuntutan, termasuk termasuk pemberian hak pengelolaan lahan,”
ujar Menteri Sumber Daya Air Negara Bagian Nashik, Girish Mahajan.
Salah satu peserta unjuk
rasa, Dharmraj Shinde menjelaskan, “kami berjuang untuk tanah kami, pemerintah
harus memberi kami kepemilikan lahan karena ini hak kami sebagai orang suku.”
Diketahui, sebelumnya, aktivis
memperkirakan sekitar 12.602 petani melakukan aksi bunuh diri sejak 2015 lalu,
karena mengalami gagal panen dan terlilit utang akibat dari sejumlah kebijakan
yang tidak menguntungkan kehidupan mereka.
Keputusan petani melakukan
aksi unjuk rasa menuntut hak hidupnya, memberikan secercah harapan bagi masa
depan kehidupan mereka di India yang selama ini kerap terpinggirkan.(*)

Penulis: Muh. FN

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.