RESENSI FILM: Satu Alasan Mengapa Memilih Pendidikan Alternatif!

Film: The Glass Castle
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Judul Film: The Glass Castle
Sutradara: Destin Daniel Cretton
Tahun Produksi: 2017


MENGAMBIL latar pada tahun 1989, film ini mengisahkan sebuah keluarga yang memiliki pola didikan yang berbeda dengan keluarga pada umumnya. Jika sebuah keluarga biasanya memiliki sebuah rumah permanen, dan menyekolahkan anaknya di sekolah formal, keluarga yang satu ini memilih untuk menetap dimana saja, sesuai dengan keinginan mereka, dengan menggunakan mobil yang sudah menjadi rumah buat mereka, mereka pergi kemanapun yang mereka inginkan.

Cerita itu pun dimulai, sang ayah Rex Walls adalah seorang yang cerdas dan istrinya Rose Mary sebagai seorang pelukis, bersama empat orang anaknya, Jeannette, Lori, Brian dan Maureen. Keluarga yang satu ini bisa dibilang keluarga yang unik, karena mencoba melawan konsep moralitas konvensional dalam menanamkan nilai etika kepada anak, tetapi apa yang Rex dan Mary lakukan kepada anaknya tetap memiliki kekuatan edukatif, ini pun dapat dibuktikan bahwa anak-anak mereka menjadi orang-orang yang mandiri dan cerdas secara emosional.

Cara didikan yang seperti itu mengingatkan kita pada buku yang pernah ditulis oleh seorang Filsuf yang paling berpengaruh di Prancis bernama Jean Jacques Rousseau berjudul ‘Emile’. Buku itu bercerita mengenai pendidikan anak kecil. Emile sendiri adalah nama anak fiktif, yang di dalam buku itu Emile diceritakan sebagai anak yang di-didik, diperhatikan, dan dibina, baik secara jasmani dan emosional.

Rousseau selalu menempatkan Emile sebagai anak yang selalu mencoba menundukkan alam, dan di-didik untuk menghadapi segala kesulitan. Rousseau berkeyakinan bahwa anak-anak yang paling bernasib malang adalah anak-anak yang dibuai dan dimanja oleh orang tua mereka dalam pangkuang kasih sayang dan kesenangannya, tanpa diberi kesempatan untuk menghadapi panas dinginnya kehidupan, menuruni jurang dan mendaki ketinggian alam. Anak-anak seperti ini akan menjadi manusia yang tidak peka terhadap kondisi yang terjadi disekitarnya.

Baca juga:  RESENSI FILM: Persahabatan Antara Kebencian dan Kematian

Pada sisi lain, walaupun diberi segala kemudahan dan kesenangan, mereka tetap tidak akan terdorong untuk hidup penuh semangat dan gairah, mereka tak pernah merasakan lapar, mereka tak ubahnya seperti ranting kecil disebuah pohon yang rapuh, siap rontok kapan saja angin meniupnya. Suatu kejadian, betapapun kecilnya, akan menyebabkan begitu menderita dan cukup untuk mendorong mereka bunuh diri.

Rex adalah ayah yang sangat mencintai anak-anaknya, utamanya Jeannette, sebagai anak yang pertama, Jeannette mendapatkan benyak sekali pelajaran berharga dari ayahnya, seperti pada adegan di kolam renang,  Jeannette yang belum bisa berenang hanya berada di sudut kolam renang dan tidak berani masuk ketengah.

Rex yang melihat itu langsung berinisiatif untuk mengajar anaknya berenang dengan cara yang tidak biasa, Rex menggendong Jeanette lalu dilempar ke tengah kolam, Jeanette yang tidak bisa berenang berusaha untuk meraih ayahnya namun tidak mampu, ketika Jeanette hampir tenggelam barulah Rex dengan cepat mengambil anaknya, itu yang Rex lakukan sampai tiga kali, setelah peristiwa itu Jeanette sangat marah kepada ayahnya dan Berkata “Kamu coba membunuhku” Namun Rex meyakinkan anaknya “Ayah tak bisa membiarkanmu hanya berpegang di pinggir kolam karena itu hanya membuatmu takut selama hidupmu, jika kau tak mau tenggelam, kau harus belajar berenang”.

Perbedaan itu juga terlihat jelas ketika Jeanette yang masih berusia 12 tahun, ia telah dibiarkan memasak makanan sendiri hingga tanpa disadari bajunya ikut terbakar dan segera dibawa ke rumah sakit, ataukah Rex yang memberikan bintang di langit kepada anaknya sebagai kado natal. Begitulah beberapa adegan dalam film yang semakin memperlihatkan betapa keluarga Rex Walls memberikan pandangan baru dalam mendidik anak.

Baca juga:  RESENSI FILM: "Gabbar", Merawat Kebencian Anak Muda untuk Melawan Korupsi

Di penghujung film, Rex yang punya keinginan untuk membuat rumah kaca memiliki aktifitas mengkonsumsi minuman beralkohol mulai di tentang oleh istri dan anak-anaknya, namun Rex yang sudah sangat ketergantungan dengan minuman beralkohol tidak bisa menghentikan kebiasaan tersebut, walaupun sempat berhenti selama dua bulan namun aktifitas itu kembali dilakukan oleh Rex yang akhirnya membuat keluarganya menjadi berantakan.

Satu persatu anaknya mulai meninggalkannya, dimulai dari  Lori dan diikuti dengan Jeanette yang memutuskan untuk bekerja sebagai jurnalis, dan akhirnya menikah dengan David, seorang akuntan yang kaya raya. Kepergian Jeanette membuat Rex sangat terpukul dan membuatnya sakit dan tak mau bicara. Satu-satuya yang bisa membuatnya kembali besemangat ialah Jeanette, walaupun pada awalnya Jeanette tak mau menemui ayahnya, akhirnya ia sadar bahwa keberhasilan yang ia dapatkan berkat pelajaran ayahnya berikan.

Kita dibuat sangat kagum dengan film Captain Fastastic (2016), karena film tersebut juga melawan didikan moralitas Mainstream yang sudah mapan dengan gaya hidup yang bisa di bilang aneh, dan membuat kita sampai berfikir “kira-kira ada tidak orang tua yang mendidik seperti itu”. Ternyata film ini yang memang diangkat dari kisah nyata membuktikan bahwa cara didikan seperti itu ada.

Film ini setidaknya memberikan kita perspektif baru dalam memandang pendidikan, bahwa pendidikan atau didikan yang didapatkan dari relasi dengan alam akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan fisik dan mental seorang anak. Alam adalah sekolah buat mereka, Rex mengajarkan anak-anaknya bahwa kehidupan adalah pelajaran yang sesungguhnya dan yang lain adalah kebohongan. Di film ini pula kembali meyakinkan kita bahwa pendidikan alternatif itu membebaskan.***

 

Penulis: M Fajrin Kasdi
Editor: Ahmad Mukhlis .H

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Dukung kami, untuk terus membangun suatu konsep penyajian informasi yang kritis dan menyegerakan perubahan sosial.

Artikel Terkait

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.